Edukasi Penggunaan Puzzle Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-6 Tahun
Keywords:
Keywords: Children, Fine Motor Skills, PuzzlesAbstract
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan serta struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat diperkirakan dan diramalkan sebagai hasil dari proses diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang terorganisasi dan berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Keterlambatan motorik dapat menyebabkan anak merasa rendah diri, kecemburuan terhadap anak lain, penolakan sosial, ketergantungan dan rasa malu. Terdapat jenis permainan yang digunakan dalam menstimulus perkembangan motorik halus anak diantaranya adalah puzzle. Puzzle merupakan permainan edukatif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak yang dapat mengembangkan pengetahuan anak untuk mengenal bentuk, pengenalan warna, melatih kereatifitas, melatih motorik dan emosi anak. Pengabdian yang dilakukan ini memiliki tujuan yaitu memberikan pemahaman serta praktek mengenai cara menstimulus perkembangan motorik halus sehingga anak usia 4-6 tahun tidak mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus dan bisa dijadikan salah satu latihan rutin di TK arimbi untuk merangsang perkembangan motorik halus anak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan siswa di TK arimbi dapat mengikitun serta semua peserta mengalami peningkatan motorik perkembangan motorik halus setelah di lakukan pemeriksaan melalui kuisioner KPSP. Oleh karena itu, edukasi direkomendasikan sebagai bentuk promosi kesehatan salah satunya tentang manfaat penggunaan puzzel sebagai stimulasi dalam perkembangan motorik halus anak.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yona Sari, Tiara Fatrin , Aryanti , Adhika Wijayanti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









